Kamis, 19 Mei 2011

Pendapatan Nasional


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Faktor – Faktor Produksi
1. Pengertian faktor – faktor produksi
       Faktor – faktor produksi adalah sumber daya yang digunakan dalam sebuah proses produksi barang dan jasa. Pada awalnya, faktor produksi dibagi menjadi empat kelompok, yaitu sumber daya alam, tenaga kerja, modal, dan kewirausahaan. Namun pada perkembangannya, faktor sumber daya alam diperluas cakupannya menjadi seluruh benda tangible, baik langsung dari alam maupun tidak digunakan oleh perusahaan, yang kemudian disebut sebagai faktor fisik (physical resources). Selain itu, beberapa ahli juga menganggap sumber daya informasi sebagai sebuah faktor produksi mengingat semakin pentingnya peran informasi di era globalisasi ini.(Griffin R: 2006) Secara total, saat ini ada lima hal yang dianggap sebagai faktor produksi, yaitu tenaga kerja (labor), modal (capital), sumber daya fisik (physical resources), kewirausahaan (entrepreneurship), dan sumber daya informasi (information resources).
2. Macam – macam faktor produksi
a. Sumber Daya Alam
Sumber daya alam adalah segala sesuatau yang disediakan oleh alam yang dapat dimanfaatkan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Faktor produksi sumber daya alam merupakan faktor produksi asli karena telah tersedia di alam langsung. Sumber daya alam di sini meliputi segala sesuatu yang ada di dalam bumi seperti:
     - Tanah, tumbuhan, hewan.
     - Udara, sinar matahari, hujan.
     - Bahan tambang, dan lain sebagainya.
b. Sumber Daya Manusia ( Tenaga Kerja Manusia )
Tenaga kerja manusia adalah segala kegiatan manusia baik jasmani maupun rohani yang dicurahkan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa maupun faedah suatu barang. Tenaga kerja manusia dapat diklasifikasikan menurut tingkatannya (kualitasnya) yang terbagi atas Tenaga Kerja Terdidik (skilled labour) adalah tenaga kerja yang memperoleh pendidikan bsik formal maupun non formal. Contoh : guru, dokter, pengacara akuntan, Tenaga kerja terlatih (trained labour) adalah tenaga kerja yang memperoleh keahlian berdasarkan latihan dan pengalaman. Contoh : montir, tukang kayu, sopir, teknisi, dan Tenaga kerja tak terdidik dan tak terlatih (unskilled and untrained labour) adalah tenaga kerja yang mengandalkan kekuatan jasmani daripada rohani. Contoh : tenaga kuli pikul, tukang sapu, pemulung, buruh tani.
c. Sumber Daya Modal
Modal menurut pengertian ekonomi adalah barang atau hasil produksi yang digunakan untuk menghasilkan produk lebih lanjut. Misalkan orang membuat jala untuk mencari ikan. Dalam hal ini merupakan barang modal, karena jala merupakan hasil produksi yang digunakan untuk menghasilkan produksi lain ( ikan ). Di dalam proses produksi, modal dapat berupa peralatan – peralatan dan bahan – bahan. Modal dapat di bedakan menurut :
  • Kegunaan dalam proses produksi : Modal tetap adalah barang – barang  modal yang dapat digunakan berkali – kali dalam proses produksi. Contoh: gedung, mesin – mesin, pabrik. Modal lancar adalah barang – barang modal yang habis sekali pakai dalam proses produksi. Contoh: bahan baku, bahan pembantu.
  • Bentuk modal : Modal konkret (nyata) adalah modal yang dapat dilihat secara nyata dalam proses produksi. Contoh: mesin, bahan baku, gedung pabrik. Modal abstrak (tidak nyata) adalah modal yang tidak dapat dilihat tetapi mempunyai nilai dalam perusahaan. Contoh: nama baik perusahaan dan merek produk.
d. Sumber Daya Kewirausahaan
            Sumber daya ini berperan mengatur dan mengkombinasikan faktor – faktor produksi dalam rangka meningkatkan kegunaan barang atau jasa secara efektif dan efisien. Dimana pengetahuan berkaitan dengan managemen. Sebagai pemicu proses produksi, kewirausahaann perlu memiliki kemampuan yang dapat diandalkan. Untuk mengatur dan mengkombinasikan faktor – faktor produksi, kewirausahaan harus mempunyai kemampuan merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, dan mengendalikan usaha.
e. Sumber Daya Informasi
Sumber daya informasi adalah seluruh data yang dibutuhkan perusahaan untuk menjalankan bisnisnya. Data ini bisa berupa ramalan kondisi pasar, pengetahuan yang dimiliki oleh karyawan, dan data-data ekonomi lainnya. Sumber daya ini dapat menjadi faktor produksi yang mempengaruhi kinerja perusahaan,
3. Analisis Faktor Produksi
Penggunaan faktor produksi ( input ) yang efisien dapat menjadikan perusahaan dalam kondisi yang maksimal. Untuk menganalisis faktor produksi yang digunakan perusahaan dengan menggunakan konsep dasar sebagai berikut :
§ Faktor produksi sebagai permintaan turunan (derived demand)
Bila permintaan terhadap suatu barang tergantung atau dipengaruhi pada permintaan barang lain. Contohnya permintaan terhadap sumber daya alam (tanah) tergantung pada permintaan barang dan jasa lain, yaitu adanya gedung apartemen ynag tidak memerlukan tanah yang luas.
§ Hubungan antar faktor produksi (subsitusi atau komplemen)
Bersifat substitusi bila penambahan penggunaan faktor produksi dapat mengurangi faktor produksi lain seperti tenaga kerja yang disubtitusi oleh mesin. Bersifat komplementer bila penambahan faktor produksi dapat menambah faktor produksi lain seperti dengan penambahan mesin dapat menambah tenaga kerja.
§ Hukum pertambahan hasil yang makin menurun (the law of diminishing retrun)
Penambahan penggunaan faktor produksi pada awalnya dapat memberikan penambahan hasil yang besar namun makin lama tingkat pertambahan hasil tersebut makin menurun. Misalnya bila berproduksi dengan faktor produksi mesin sebanyak 5 unit dan menambah tenaga kerja sebesar 5 unit dapat menambah output sebanyak 20 unit. Bila tenaga kerja ditambah dengan jumlah yang sama menjadi 10 unit ternyata hanya menambah output sebanyak 10 unit.


§ Efek stubsitusi dan efek output
Efek substitusi dengan harga faktor produksi naik maka penggunaan input dikurangi dan untuk menjaga tingkat output dapat digunakan faktor produksi lain yang lebih murah. Efek output atau efek skala produksi merupakan faktor produksi normal bila penambahan skala produksi menambah penggunaan faktor produksi, faktor produksi interior bila penambahan skala produksi mengurangi penggunaan faktor produksi.
4. Faktor – faktor produksi yang mempengaruhi permintaan faktor produksi
Ø  Harga faktor produksi
Bila harga faktor produksi bersifat normal maka makin murah harganya makin besar pula jumlah yang diminta, bila faktor produksi inferior maka faktor produksi yang penggunaannya justru menurun bila kemampuan memproduksi meningkat. Misalnya seperti tenaga kerjanya dimana tingkat produksi ditingkatkan ternyata penggunaannya berkurang karena perusahaan lebih menyukai mesin.
Ø  Permintaan terhadap output
Makin besar skala produksinya maka makin besar pula permintaan terhadap input (faktor produksi) kecuali input yang bersifat inferior.
Ø  Permintaan terhadap faktor produksi lain
Bila faktor produksi stubtitusi seperti adanya permintaan mesin yang meningkat maka permintaan tenaga kerja menurun. Bila faktor produksi komplementer seperti adanya permintaan mesin yang meningkat maka permintaan tenaga kerja juga meningkat.
Ø  Harga faktor produksi yang lain
Dimana berkaitan dengan sifat hubungan antar faktor produksi. Seperti permintaan terhadap suatu faktor produksi meningkat bila harga faktor produksi substitusinya makin mahal dan seprti permintaan terhadap faktor produksi akan menurun bila harga faktor produksi komplemennya makin mahal.
Ø  Kemajuan teknologi
Kemajuan teknologi dapat menambah atau mengurangi permintaan terhadap faktor produksi. Bila kemajuan teknologi meningkatkan produktivitasnya maka permintaan terhadap faktor produksi menigkat. Dengan kemajuan teknologi yang mengakibatkan porsi penggunaan barang modal yang lebih dari tenaga kerja sehingga teknologi padat modal dapat meningkatkan produktivitas barang modal dan permintaan barang modal meningkat pula, dan sebaliknya dapat menurunkan permintaan tenaga kerja bila hubungannya substitusi.
2.2 Alur Perputaran Barang dan Jasa
Keterkaitan pelaku ekonomi dalam penyelenggaran kegiatan ekonomi suatu negara dapat diamati melalui  konsep Circular Flow of Economic Activity yaitu konsep yang menganalisis hubungan timbal balik antara pelaku ekonomi dalam kegiatan perekonomian secara keseluruhan. Dalam teori ekonomi pelaku yang menyelenggarakan kegiatan ekonomi adalah masyarakat secara keseluruhan. Masyarat pelaku ekonomi dapat dibagi menjadi empat kelompok dan masing – masing memiliki peranan dan tujuan, yaitu :
ü  Rumah Tangga Konsumen (RTK) / houseshold
 Peranan RTK dalam kegiatan ekonomi adalah sebagai pemilik dan pemasok sumber daya atau faktor produksi yang diperlukan Kelompok pelaku ekonomi lainnya, sebagai pemakai barang dan jasa yang dihasilkan oleh Kelompok masyarakat lainnya seperti pemerintah produsendan luar negeri. Tujuan dari RTK adalah untuk mencapai kesejahteraan.
ü  Rumah Tangga Produsen (RTP) / bussineses
Peranan RTP dalam kegiatan ekonomi adalah sebagai penghasil atau pemasok barang – barang hasil produksi kelompok masyarakat lainnya, sebagai pemakai faktor produksi / sumber daya dari RTK, sebagai input atau output dari RTLM. Tujuan dari kegiatan RTP adalah untuk mencari keuntungan maksimum.
ü  Rumah Tangga Negara (RTN) / government sector
Peranan RTN dalam kegiatan ekonomi adalah sebagai penghasil barang public, sebagai pemakai faktor produksi dari RTK dan dari RTLN, sebagai pemakai hasil produksi dari RTP dan RTLM. Tujuan dari kegiatn RTN adalah untuk mencapai kesejahteraan masyarakat secara umum.

ü  Rumah Tangga Luar Negeri (RTLN) / foreign sector
Peranan RTLN dalam kegiatan ekonomi adalan sebagai penghasil barang dan jasa yang di buthkan kewlompok pelaku kegiatan ekonomi lainya,sebagai pemasok paktor produksi yang di butuhkan Kelompok pelaku ekonomi lainya, penghasil barang dan jasa yang di hasilkan RTP, sebagai pemakai faktor produksi RTK. Tujuan dari kegiatan RTLN adalah mencari keuntungan dari kesejahteraan.
Alur perputan barang dan jasa dalam interaksi pelaku ekonomi dibagi menjadi dua yaitu:
1.      Perkonomian tertutup (circular flow ekonomi dua sector)
Perekonomian tertutup disebut juga circular flow ekonomi dua sector, disebut dua sector karena yang diamati adalah hubungan dua pelaku ekonomi atau dalam kegiatan ekonomi diasumsikan pelaku ekonomi hanya dua yaitu RTK dan RTP. Mereka saling berinteraksi dalam mencari kepuasan optimal bagi RTK, dan keuntungan optimal bagi RTP. Perekonomian dua sector dikatan bersifat tertutup dan sederhana karena belum ada hubungan dengan luar negeri, dan belum ada peranan pemerintah.


 










Dimana konsumsi pada C, tabungan pada S, dan inventasi pada I. Hubungan komponen C, S, dan I dengan Y dapat dikemukakan dalam bentuk model matematis sebagai berikut :
-  
C + S = C + I
 
Ditinjau dari sisi penerimaan atau pendapatan nasional Y= C + S
-   Ditinjau dari sisi pengeluaran atau produk nasional Y= C + I
-   Bila nilai pendapatan nasional sama dengan nilai produk nasional, maka perekonomian dikatakan dalam keadaan seimbang S = I. Saving merupakan variabel yang memperkecil arus atau mengurangi jumlah uang yang beredar, dan investasi merupakan variabel yang menambah jumlah uang yang beredar.
2.      Perekonomian terbuka
Pada perekonomian terbuka kegiatan ekonomi dapat dilakukan oleh :
§ 3 pelaku ekonomi
Pada model tiga sektor ini diasumsikan dalam analisis perekonomian pelaku ekonomi terdiri dari RTK, RTP, dan RTN. Disebut perekonnomian terbuka karena sudah ada peranan pemerintah dalam kegiatan ekonomi, yaitu berupa G (government expenditure) dan T (pajak). Ketiga pelaku ekonomi tersebut saling berinteraksi dan berupaya dalam mengoptimalkan kepuasan bagi RTK, mengoptimalkan keuntungan bagi RTP, dan mengoptimalkan kesejahteraan masyarakat bagi RTN.
Komponen yang terdapat pada tiga sector ini meliputi :
§  C = konsumsi
§  S = Tabungan
§  I = Investasi
§  G = pengeluaran pemerintah
§  T = pajak,penerimaan pemerintah


                  Arus Uang


 
 Hubungan ekonomi tiga sector dapat diamati melalui gambar berikut:


 














Hubungan komponen C,S,I,G dan T dengan Y (pendapatan atau produk nasional) dapat di kemukakan dalam bentuk model matematis sebagai berikut.
§ 
C+S+T=C+I+G
 
Ditinjau dari segi penerimaan atau pendapatan nasional:Y=C+S+T
§  Ditinjau dari sisi pengeluaran atau produk nasional:Y=+I+G
§  Yang dikatakana dalam keadaan aquiilibrium atau seimbang S + T = I + G
Komponen S dan T merupakan variabel yang memperkecil arus atau mengurangi jumlah uang yang beredar, dan komponen I dan G merupakan variabel yang memperbesar arus atau menambah jumlah uang yang beredar.

§ 4 pelaku ekonomi
Pada model empat sector diasumsikan bahwa dalam menganalisis perekonomian terdiri dari RTK, RTP, RTN, dan RTLN. Pada model ini sudah ada peranan luar negeri berupa ekspor, impor, dan analisis perekonomian sudah bersifat terbuka. Keempat pelaku ekonomi tersebut saling berinteraksi dan berupaya dalam mengoptimalkan tujuan dari aktivitas masing – masing. Bagi RTK mengoptimalkan keuntungan, bagi RTN mengoptimalkan kesejahteraan masyarakat, dan bagi RTLN mengoptmalkan keuntungan dan kesejahteraan para pelakunya. Hubungan ekonomi empat pelaku ekonomi dapat diamati sebagai berikut :






         Arus Uang

 


 

















Komponen yang terdapat pada tiga sector ini meliputi :
§  C = konsumsi
§  S = Tabungan
§  I = Investasi
§  G = pengeluaran pemerintah
§  T = pajak,penerimaan pemerintah
§  M = Pembelanjaan untuk barang import
§  X = Penerimaan atas barang eksport
Hubungan komponen C, S, I, G, T, M dan X dengan Y dapat dikemukakan dalam bentuk model matematis sebagai berikut :
-   Ditinjau dari sisi penerimaan atau pendapatan nasional : Y = C + S + T + M
-   Ditinjau dari sisi pengeluaran atau produk nassional : Y = C + I+ G + X
-   Bila nilai pendapatan nasional sama dengan nilai produk nasional, maka perekonomian dikatakan dalam keadaan seimbang S + T + M = I + G + X
Komponen S, T, dan M merupakan variabel yang memperkecil arus atau mengurangi jumlah uang yang beredar, dan komponen I, G, dan X merupakan variabel yang memeperbesar arus atau menambah jumlah uang yang beredar.
2.3 Pendapatan Nasional
       Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun. Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya(Inggris) pada tahun 1665. Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun. Namun, pendapat tersebut tidak disepakati oleh para ahli ekonomi modern, sebab menurut pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi bukanlah satu-satunya unsur dalam perhitungan pendapatan nasional. Menurut mereka, alat utama sebagai pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (Gross National Product, GNP), yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu negara.
Konsep pendapatan nasional
 * Produk Domestik Bruto (GDP)
Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Dalam perhitungan GDP ini, termasuk juga hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan/orang asing yang beroperasi di wilayah negara yang bersangkutan. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karenanya jumlah yang didapatkan dari GDP dianggap bersifat bruto/kotor.
* Produk Nasional Bruto (GNP)
Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun; termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
 * Produk Nasional Neto (NNP)
Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement). Replacement penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produski yang dipakai dalam proses produksi umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
    * Pendapatan Nasional Neto (NNI)
Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak tidak langsung. Yang dimaksud pajak tidak langsung adalah pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain seperti pajak penjualan, pajak hadiah, dll.
* Pendapatan Perseorangan (PI)
Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan pajak laba perusahaan (pajak yang dibayar setiap badan usaha kepada pemerintah), laba yang tidak dibagi (sejumlah laba yang tetap ditahan di dalam perusahaan untuk beberapa tujuan tertentu misalnya keperluan perluasan perusahaan), dan iuran pensiun (iuran yang dikumpulkan oleh setiap tenaga kerja dan setiap perusahaan dengan maksud untuk dibayarkan kembali setelah tenaga kerja tersebut tidak lagi bekerja).
 * Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
        Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan.
2.4 Teknik Perhitungan Pendapatan Nasional
Teknik untuk menghitung pendapatan nasional dengan menggunakan urutan sebagai berikut:
GDP (Gross Domestik Product)                                                                     ......................
Produk netto terhadap luar negeri                                                                  ......................
GNP (Gross Nasional Product)                                                                      ......................

GNP (Gross Nasional Product)                                                                      ......................
Penyusutan                                                                                                      ......................
NNP (Net National Product)                                                                          ......................
Pajak tidak langsung                                                                                       ......................
NNI (Net National Income)                                                                           ......................
+
 
transfer payment                                                         ......................
                                                                                    ......................
Laba ditahan                                       ...................
Iuran asuransi                                      ...................
Iuran jaminan sosial                            ...................
+
 
Pajak perseorangan                             ...................
                                                                                    ......................
                                                                                                                       
PI (Personal Income)                                                                                      .......................
Pajak langsung                                                                                                .......................
DI (Disposible Income)                                                                                  ........................
2.5 Jenis – jenis Perhitungan Pendapatan Nasional
Sesungguhnya ada lima konsep perhitungan yang digunakan untuk melihat perkembangan ekonomi (Ace partadiredja; 1994) antara lain sebagai berikut :
1.         National income account yaitu menghitung jumlah produk / pendapatan nasional yang dihasikan suatu Negara.
2.         Input – output account yaitu menghitung jumlah pembelian (input) dan penjualan (output) setiap sector ekonomi.
3.         Balance of payment account yaitu menghitung semua penerimaan dan pengeluaran suatu negara dengan negara – negara lain melalui ekspor – import aliran/arus dana yang terjadi baik dari luar negeri ke dalam negeri maupun dari dalam negeri ke luar negeri.
4.         Flow of found account yaitu menghitung arus transaksi pinjam meminjam antar berbagai sector dalam kegiatan ekonomi.
5.         National balance sheet atau capital account yaitu menghitung kekayaan dan hutang semua unit kesatuan ekonomi atau sector – sector ekonomi.
Dari kelima konsep diatas yang akan dibahas lebih dalam makalah ini adalah National Income Account. Ada tiga metode dalam menghitung pendapatan nasional antara lain:
v  Metode Produksi / product approach
Menurut metode ini, PDB adalah total output (produksi) yang dihasilkan oleh suatu perekonomian. Cara penghitungan dalam praktik adalah dengan membagi-bagi perekonomian menjadi beberapa sektor produksi (industrial origin). Jumlah output masing-masing sektor merupakan jumlah output seluruh perekonomian. Hanya saja, ada kemungkinan bahwa output yang dihasilkan suatu sektor perekonomian berasal dari output sektor lain. Atau bisa juga merupakan input bagi sektor ekonomi yang lain lagi. Dengan kata lain, jika tidak berhati-hati akan terjadi penghitungan ganda (double counting) atau bahkan multiple counting. Akibatnya angka PDB bisa menggelembung beberapa kali lipat dari angka yang sebenarnya. Untuk menghindari hal tersebut, maka dalam perhitungan PDB dengan metode produksi, yang dijumlahkan adalah nilai tambah (value added) masing-masing sektor. Nilai nilai tiap sektor usaha merupakan nilai  value added yang di hitung berdasarkan harga konstan, mengapa harus menggunakan nilai value added dalam perhitungan produk nasional. Alasannya adalah untuk memperlihatkan peranan tiap sektor atau besarnya sumbangan tiap-tiap sektor pada pendapatan nassional dan untuk menghindari terjadinya penghitungan ganda(double counting/multiple counting). Y = [(Q1 X P1) + (Q2 X P2) + (Qn X Pn) ……]. Contoh perhitungan value added adalah :
Produk                       sektor                          nilai Final                    Value adde 
Kapas              pertanian                                 10                    10
Benang            pabrik benang (industri)          24                    14
Kain                pabrik textile (industri)           40                    16
                        Perdagangan kain                    50                    10   +
                                                                                     =
                                                                        124                  50            produk nasional
v  Metode Pendapatan / income approach
Metode pendapatan memandang nilai output perekonomian sebagai nilai total balas jasa atas faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi.
Kemampuan entrepreneur ialah kemampuan dan keberanian mengombinasikan tenaga kerja, barang modal, dan uang untuk menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat.
Balas jasa untuk tenaga kerja adalah upah atau gaji. Untuk barang modal adalah pendapatan sewa. Untuk pemilik uang/aset finansial adalah pendapatan bunga. Sedangkan untuk pengusaha adalah keuntungan. Total balas jasa atas seluruh faktor produksi disebut Pendapatan Nasional (PN). Melalui metode ini pendapatan di hitung dengan cara menjumlahkan keseluruhan balas jasa(income) yang di peroleh pemilik paktor produksi yang ikut/di gunakan dalam proses produksi.
Contoh konsep penghitungan             pendapatan nasional dengan metode pendapatan.
1.Wages and Salares (w)                                                         ……………
2.Income of Un incorporate Enter price (we)                         ……………
3.Rent (r)                                                                                 ……………
4.Corporated profit (p)
-   Direct taxes                             ……………
-   Devidens                                 ……………
-   Undistributed profit                ……………+              ……………
5.inetrest ( i)                                                                            …………… +
            Gross National Income                                               ……………
GNI                 Y = w + we + r + p + i           




v  Metode pengeluaran / expenditure approach
Metode ini menghitung pendapatan nasional dengan menjumlahkan pengeluaran-pengeluaran yang dilakukan oleh berbagai Kelompok masyarakat seperti: RTK, RTP, RTLN untuk memperoleh barang dan jasa /produk nasional.
Contoh konsep penghitungan pendapatan nasional dengan metode pengeluaran.

1.Personal Consumtion Expenditure(C)                                             ……………
2.Gross private Domestik Investmen(I)                                              ……………
3.Next poreign Investmen(Net Eksport+Net Investmen) (X)             ……………
4.Government Purchaces of good and service(G)                              ……………+
Gross National Product                                                          ……………
            GNP               Y = C + I + G + X  (x - m)
5.Depreciation                                                                                     ……………
            Net National Product                                                              ……………
6.indirect Bussiness Taxes                  ……………
7.Business Transper Payment             ……………+                          …………… +
                        National Income /Product                                           ……………






Hal yang penting untuk di ingat adaalah nilai GNP selalu sama dengan GNI.






Oval: Nilai GNP

Oval: Nilai GNI

 


SISI PENGHASILAN
SISI PRODUK
1.    Wages and Salaries(W)          ………
2.     Income of  Un incorporated
Enterprice(WE)                      ………
3.    Rent(R)                                   ………
4.    Corporated profit (P)             ………
-          Direct taxes
-          Devidents
-          Undistributed profit
  1. Interest                             ………
                                         ………+
Gross National Income    ………
  1. Personal Comsution
Expenditur (C)                ……….
  1. Gross Private Domestik
Investment (I)                 ……….
  1. Net poreign Investment
(Net Exp+Net Invest)      ………
  1. Governtment Purchaces
Of Good and service (G)  ………
                                        ………+
Gross National Product   ……..


Variabel –variabel dalam rumusan perhitungan GNP dapat dijelaskan sebagai berikut:
1.      Dari sisi produk,GNP di pandang sebagai hasil penjumlahan dari:
a)      Pengeluaran konsumsi rumah tangga untuk pembelian barang dan jasa,
b)      Pengeluaran investasi yang dilakukan rumah tangga produsen
c)      Pengeluaran pemerintah untuk membeli barang dan jasa dan
d)      Net export,yaitu nilai eksport di kurangi impor.
2.      Dari sisi biaya atau pendapatan dirumuskan sebagai penjumlahan biaya – biaya dalam menghasilkan GNP, meliputi :
a)      Gaji dan upah ( wages and salaries ) merupakan kompensasi yang diterima tenaga kerja
b)      Un in corparated enterprice merupakan penerimaan dari usaha yang tidak berbadan hukum misalnya pendapatan petani, wiraswasta rumahan
c)      Bunga netto ( interest ) merupakan kompensasi dari penggunaan modal
d)     Sewa (rent) merupakan kompensasi dari pemilik rumah atau gedung
e)      Pajak tidak langsung (inderect tax) merupakan variabel yang dapat menambah biaya produksi, penyusutan (depreciation) merupakan biaya penyusustan barang modal yang terpakai
f)       Laba perusahaan (corperated profit) merupakan selisih dari hasil penjualan dengan biaya produksi dan terdiri dari deviden, laba yang ditahan, dan pajak langsung berupa pajak penghasilan perusahaan.
2.6 Tujuan dan manfaat perhitungan pendapatan nasional
  • Tujuan mempelajari pendapatan nasional :
-   Untuk mengetahui tingkat kemakmuran suatu Negara
-   Untuk memperoleh taksiran yang akurat nilai barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat dalam satu tahun
-   Untuk membantu membuat rencana pelaksanaan program pembangunan yang berjangka.
  • Manfaat mempelajari pendapatan nasional
-   Mengetahui tentang struktur perekonomian suatu Negara
-   Dapat membandingkan keadaan perekonomian dari waktu ke waktu antar daerah atau antar propinsi
-   Dapat membandingkan keadaan perekonomian antar Negara


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar